Friday, June 10, 2011

Sang Ufuk & Sang Cantik

Ufuk belum jua bosan untuk bersolek demi menyambut dan menyapa sang cantik yang selalu kembali mempesona alam. "Selamat Pagi Sang Cantik" Semoga hati sang cantik selalu terbusanakan dengan keceriaan, kedamaian, kebahagiaan, ketenangan dan keteduhan. Semua akan terpesona pada sang cantik karena pancaran spektrumnya.
-LS-

Thursday, June 9, 2011

Pesona Bermunajat

Hari demi hari saling bertaut dengan banyak cerita dan wajah bahagia
Banyak senandung yang terus terlantun dengan bebasnya setiap saat
Senandung itu lahir dari saling bertautnya hati yang bebas dan tulus
Untuk saling berbagi tak terukur
Saling memberi pula menerima
Berhulu dari hati yang penuh kasih
Begitu hangat untuk dirasakan
Begitu penuh wajah pesona bahagia
Aku bagai terjerumus daya hisap indah itu
Kubiarkan diriku dalam pusaran hangat itu
Dapat memberi dengan bermunajat padaNYA
Kurasakan kebahagiaan mendalam dapat miliki kesempatan ini
Dengan hati yang utuh penuh rasa kasih tanpa kepura-puraan
Pula dengan niat yang bulat tanpa polesan wajah kepalsuan
Aku memohon dihadapanNYA agar dapat patut bermunajat padaNYA
Untuk kesembuhan dan pemulihan dirinya dari keganasan suatu sel tubuh
Ku bersimpuh untuk memohon mukzizat yang hanyalah mutlak milikNYA
Semoga segala kekuranganku tak menghambat permohonanku padaNYA
Semoga aku layak dan patut untuk dapat terus bermunajat padaNYA
Tiada lah suatu daya apapun bagiku selain bermunajat & mendampingi
Semoga kesempurnaan jiwa & raga berpihak padanya dengan izinNYA
Semoga kebahagiaan, keteduhan dan ketenangan bersemayam padanya
Semoga keceriaan dan kecantikan raganya tak tergeser dari masa
Amin Amin Amin... Dan Beribu Amin Oleh Ribuan Malaikat 
Aku pun bersyukur karena dapat tersenyum bersamanya
Begitu sejuk
-LS-

Wednesday, June 8, 2011

Pesona Malam Untuk Sang Cantik

Awan mendung itu masih tak ingin beranjak selimuti langit malam.
Bulan dan para bintang tak lagi sabar ingin bermain mata untuk bersulang cahaya dengan sang cantik di bumi. Mereka dengan setia terus memancar untuk menarik perhatian sang cantik agar malam menjadi tenang untuk lelapnya dan indah untuk ketenangannya.
-LS-

Sunday, May 22, 2011

Perjuangan Mulia

Badai gelap bagai telah pelan-pelan terhempas dalam jalannya waktu
Suramnya suasana hati telah perlahan berganti wajah menjadi ceria
Ketakutan yang mencekam telah menjadi letupan benderang 
Senyum yang lama sirna telah kembali tersungging menawan
Hati tak lagi gundah karena gelapnya kesendirian menahan pedih
Wajah telah berbinar merona dengan pancar mata yang berpendar
Ia begitu tampil merona akan kemauan semangat terdalamnya
Matanya kembali pancarkan binar-binar rasa percaya dirinya
Membuat wajahnya pun tampil penuh pesona kecantikan alami
Keredupan pancar wajahnya telah terdominasi oleh semangatnya
Semua itu berawal dari kemauannya untuk tetap membuka diri
Pula mau mendengar dan menyambut kehangatan banyak hati
Atas kondisi paru-parunya yang tertawan dalam perang kanker
Dalam perjalanan atas pertarungannya itu
Raganya telah berkali-kali menjerit pedih dan kelu
Akibat radiasi kimia yang harus ia jalani tanpa dapat terbagi bersama
Bagai luluh lantah tersapu panas yang tak terperikan seorang diri
Asa kadang tergoyah walau tak pernah pupus apalagi putus
Namun pedihnya raga mengundang banyak gejolak batinnya
Kesedihan bergelayut semu bahkan menggoda rasa lelah batinnya
Kejenuhan batinnya perlahan memudar dengan bertautnya perhatian
Kadar spiritualitasnya meyakini bahwa Tuhan telah kirimkan berkahNya
Dalam wujud yang ia langsung dapat rasakan merasuki jiwanya
Dengan kehadiran banyak hati yang sejukkan jiwanya
Dengan banyak perhatian yang menenangkan jiwanya
Yang kemudian meluaskan harapan mulianya untuk bertahan
Demi berbuat apa yang perlu diperbuatnya untuk kemaslahatan
Tunaikan kewajibannya yang perlu diselesaikan
Menggapai haknya yang ingin dirangkulnya indah
Adalah suatu kemuliaan sikap hidup yang ditempuhnya
Dalam suasana pilihan yang tak lagi seluas lampaunya
-LS-

Wednesday, May 11, 2011

Kasih & Sayang

Riuh rendah rasa bahagia ini
Akankah ini lekang terhadap waktu
Jiwa yang berpendar-pendar dengan rasa semangat
Bersumber dari senyawa kebahagiaan yang cerah merona
Berdaya tarik pesona ketulusan yang tak terbeli dengan apapun
Suatu rasa pesona yang terus membuat hari penuh daya gairah cipta
Meletupi setiap rongga jiwa
Pula rongga-rongga hati
Terasa penuh kehangatan dengan bertautnya antar hati
Hidup akan terasa susah payah tanpa kasih dan sayang
Jiwa akan terasa kering bila bibit kasih tak tersemaikan
Rasa kasih & sayang adalah gerbang samudra ilmu kehidupan
Sekaligus menjadi kaki tangan pertolongan pembuka kesempitan
-LS-

Saturday, May 7, 2011

Our Lovely Distance

My Dearly Papa,

It has been 5 months you are away from us all
I visit your last home today and read some surah of Qur'an peacefully
I do hope my reading is good enough and sounding as it meant to
Before the reading started
Weather is cool with the clouds hanging down a bit
Sheltering the sunshine from penetrating the ground
All of sudden very soft drizzles are pouring down blessing the earth
Within only very short moment in less than 5 minutes
The clouds then shifting away opening up the sky while I am reading on
It is not only that I feel so peaceful to be at your ground that moment but also my feeling of atmospherical blessing 
No words are good enough to depict my feeling
It is simply beyond my capacity to even put this feeling right on the deck
It is a beautiful feeling
A wonderful feeling
A blessing feeling of being around your ground delivering my prayers
My visit is not only about you, Papa
It is also reminding myself that one day I will be having my last home
No more lavish home but grave
No more colourful clothes but white shroud
With the final bed I rest upon is the ground
Above all is that I will surrender under His law paying for all responsibilities of what I have and have not done 
How that is so very powerful to me realizing of my future destiny
Besides all that, I truly wish we could see each other again one day
Kindling our lost story together during our current distance
As a father and a daughter
As a good friend
As a family
I miss you dearly, Papa
Lots of story I have conveyed to you through the magic of our hearts
May He Always Protect Us All In The Boundless Time and Space
I Love You, Papa
Please Rest In Peace Trailed By Our Sincere Prayers
With My Whole Heart and Care...
-LS-

Friday, May 6, 2011

Ilmu Yang Cantik

Disuatu Jumat siang yang tenang ditengah keramaian
Aku merasakan suatu bertambahnya kebahagiaan mendalam
Bersantap makan siang ala Jepang kontemporer penuh kelezatan
Ditengah atmosfir lokasi ruang makan yang terbuka dengan banyak pandangan
Namun suatu pemandangan yang khusus bagiku ditengah riuh rendahnya kelezatan
Aku dapat bersantap siang bersama seorang sosok wanita cantik dan keluarganya
Seorang sosok yang tidak biasa dengan keluasan jiwa yang luar biasa bagiku
Kadar ketabahannya yang miliki kepatutan menjadi panutan
Kekuatan moril yang miliki kedahsyatan pendarkan kecantikan jiwa raganya
Sungguh tak biasa bagiku untuk dapat saling bersulang kekuatan terdalamnya
Aku terpukau kadang bahkan terpana
Dihadapanku siang itu adalah ladang ilmu yang amatlah luas
Terlukiskan melalui paras yang cantik dengan kedalaman pengalamannya
Begitu mempesonaku dalam banyak aspek dimensi yang pernah kukenal
Ketenangannya menggetarkan
Binar matanya pancarkan keteguhan
Keluhnya tak pernah menguasai nuraninya
Peluhnya telah membuahkan suatu pertahanan kehidupan dengan mekanismenya sendiri
Aku mendadak miskin akan kata sebagai ekspresi kekagumanku dihadapannya kala itu
Suatu penghormatan yang terdalam kucurahkan dengan bersantap bersamanya
Kadang pekik canda muncul ditengah-tengah kami
Kelezatan hidangan berubah wajah menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku
Suatu kebahagiaan tak ternilai miliki kesempatan untuk mengenalnya
Bahkan kesempatan bersantap hidangan bersamanya dihari indahku
Suatu kemuliaan telah dapat belajar darinya melalui kesempatan interaksi
Tak kumiliki apapun untuk kucurahkan rasa hormat dan penghargaanku
Kecuali rasa batin yang mampu untuk kuhantarkan dan kucurahkan
Secara utuh tak retak sedikitpun
Untuk saling membangun kebahagiaan akan arti kehidupan
Kebahagiaan yang terbangun dari hati yang bening & tulus
Semoga kebahagiaan ini dapat saling mengisi...
I care about her with my whole heart
With Deep Respect and Thoughts
-LS-


Inspired by a person who stands up for life with her own strong belief pathing her life moments.

Thursday, March 24, 2011

Saat Yang Sepoy

Siang yang sepoy
Walau terasa amat kelabu karena langit yang terselimuti awan mendung
Hujan bercurah bebas tercundangi dengan angin yang berkelibat hebat
Bunyi hempasan angin beserta curahan hujan memenuhi ruang lepas
Tak ada kupu manis yang bertengger ceria diatas warna kelopak bunga
Tak ada burung yang hendak mengepakkan sayapnya bebas lintasi langit
Hijau daun hanya terus bergolek mengayun terlantun hempasan angin
Semua bagai sendu dalam sepoy
Tak hendak beranjak dari teduhnya angin siang yang sejuk
Secangkir kopi hangat ikut mengisi teduhnya siang yang dingin
Mata tak hendak melihat apapun selain terkulum dalam kelopak
Pikiran tak hendak terpadati dengan perintah yang tak putusnya
Hanya imajinasilah yang menggunakan haknya untuk tampil bebas
Merambah ke berbagai ruang visualisasi untuk wujudkan wajah karya
Tak hendak terhempas pula oleh gangguan sekitar yang hiruk pikuk
Suatu suasana siang yang sepoy penghantar imajinasi untuk berkarya
-LS-

Tuesday, March 22, 2011

Saat Akhir Yang Indah

Suatu rasa keberanian menghadapi perubahan adalah pengalaman yang menentukan dalam suatu masa kehidupan. Menggawangi rasa siap atas rasa kehilangan orang yang paling kukasihi dalam hidupku adalah tak sekejap dapat kufahami. Jauh sebelum ayahandaku wafat, aku bertanya-tanya dalam benak apa rasanya bila kelak aku harus hadapi kenyataan bila sahabatku terkasih harus pergi menghadap Tuhan. Tak ada jawaban apapun dan alam bagai tak bergeming dengan deru pertanyaan itu. Hingga pada suatu masa aku perlahan mendapatkan tanda-tanda akan perjalanan ayahandaku kemudian yang berpamit akan pergi meninggalkan kami semua secara ragawi selamanya. Aku terhenyak dalam pelukan nuraniku sendiri. Aku terpukau dengan kekuatan ikatan batin kami. Aku terpana dengan nyatanya tanda itu sebelum sahabatku berpulang menghadapNya. Aku tak berdaya untuk menahannya agar tak dahulu pergi dalam pusaran Hak Illahi. Karena aku hanyalah pula manusia biasa yang akan pula menerima giliran waktu dalam pusaran Hak Nya. Tak ada hal lain yang dapat kujalani selain segera menata batinku untuk siap dan ikhlas dengan cara yang Tuhan telah tentukan. Ku dudukkan ragaku dan ku hadapkan jiwaku pada Tuhan ditengah malam yang hening bagai tanpa perantara apapun kecuali dimensi rasa kedekatan terhadap Nya untuk bermunajat secara bebas namun mendalam.

Ayahku melemah dan makin melemah karena menurunnya kadar gula darah pada tubuhnya. Aku perhatikan dengan seksama status medis pada monitor dengan sesekali bunyi alat yang setia mendampinginya sepanjang berbaring lemah. Aku berjaga dan mendampinginya dalam waktu dan kesempatan yang kupunya. Aku bicara langsung ke arah telinganya. Aku sampaikan rasa asihku melalui tangan dan jari-jariku yang bagai menyalurkan energi rasa kasih dan sayangku padanya secara tulus. Semua itu terdorong atas persahabatan kami yang tak terbandingkan dengan apapun. Begitu kuatnya keterikatan batin kami sebagai makhluk Tuhan yang saling bertaut dalam persahabatan tanpa terkondisi apapun. Aku sadari bahwa masa baginya akan segera masuki ranah dunia lain. Aku mengiringi masa lemahnya dengan lantunan doa yang kuketahui dapat terus mengisi jiwa ayahku yang kian melemah. Tak kubiarkan ia sendirian dalam ruang kesendiriannya saat berbaring. Kugenggam erat jemarinya juga telapak kakinya. Ayahku memberi reaksi dengan lengan yang bergerak bagai bergetar lembut. Tak putusnya kubelaikan tanganku pada dada, tangan dan kakinya. Kucurahkan segala perhatian dan tenaga yang kupunya untuk mendampingi masa lemah itu.

Dalam munajatku di banyak tengah malam, aku sampaikan dan bermohon pada Tuhan agar aku diizinkan olehNya untuk dapat berbagi sebagian kekuatan ragaku agar ayahku tak mengalami kepayahan atas beban lemahnya fisik selama berbaring. Kurasakan tak butuh waktu lama sejak ku bermunajat hal itu, ayahku menunjukkan status medis yang berubah membaik walau masih tergolong lemah dan tidak stabil namun beliau sadar dan dapat bicara dan mengenali sekelilingnya lagi. Namun terasa cukup aneh karena aku pun bagai merasakan dampaknya dimana ragaku bagai terasa lemah tak bertenaga. Mungkinkah Tuhan memang mengizinkan sebagian kekuatan ragaku menyusupi ruang raga dan jiwa sahabatku terkasih,...ayahku sendiri? Ragaku bagai gontai lemah tanpa adanya rasa kantuk sedikitpun. Aku gunakan kesempatan emas ini untuk berdialog, mendampingi dan membimbingnya menjelang beralihnya kehidupan beliau memasuki dunia lain yang akupun belum pernah mengetahuinya kecuali keyakinan ku akan kekuasaan Tuhan. Bahwa segalanya akan tetap menjadi Hak Nya saat di dunia apalagi kehidupan akhirati. Tidak ada siapapun disekitar kami kecuali aku dan ayahku terkasih. Kubisikkan lembut di telinga kirinya untuk memohon ampunanNya sembari kusematkan tasbih kayu Kokka di jari tangannya lalu berpindah ke telinga kanan untuk bersyukur atas segala Karunia Besar yang telah kami semua terima sebagai Nikmat duniawi yang fana, sebagai jembatan kami untuk beriman lebih dan lebih baik kepadaNya hingga hayat berpangku kembali padaNya. Ayahku dengan tanpa kesulitan berarti mau mengikuti jejak suaraku dan melajukan hitungan tasbihnya dengan layak. Aku terharu mendalam dan tak kuasa menata batin namun mampu menahan gejolak reaksi emosi jiwaku. Aku bagai tak diizinkan oleh ayahku untuk menjauh darinya. Pilu rasanya... Ruang jiwaku bagai menyempit untuk dapat memeluk erat ragawi ayahku dan merengkuh jiwanya dengan kehangatan hati. Karena tanggung jawab lainku yang terus harus berjalan maka aku pun harus sejenak beranjak dari sisi ayahandaku terkasih. Kemudian ku kembali untuk terus melantunkan surat dalam Al-Qur'an dengan tujuan ketenangan bagi ayahku juga kami semua. Ragaku masih lemah bahkan lemas tanpa sebab hingga menjelang kepergiannya pada Kamis malam saat adzan berkumandang, ragaku bagai terasuki zat kekuatan dan aku tak lagi merasa lemah. Entah bagaimana aku bisa menjelaskan apa yang kurasakan dan kualami namun hal itu nyata adanya. Hingga nafas terakhirnya terhembuskan, aku sudah tak lagi mengalami gejolak batin dan aku telah benar-benar ikhlas melepas kepergiannya. Kami semua disekelilingnya menghantarkan pelepasannya dengan yang kami mampu dan sanggup. Selamat Jalan Sahabatku Terkasih...Semoga kau teduh terdampingi para Malaikat dan bersamaNya. Ku betikkan kesempatan untuk merundukkan kepala dan hatiku bertumpu pada kedua kaki ayahku yang terbujur lurus sesaat setelah wafatnya.

Suatu prosesi komunikasi ku terakhir padanya 10 menit sebelum kepergiannya adalah suatu hal yang amat menyentuh jiwa dan hatiku bahkan menyejukkan. Aku tuturkan disisi kanan dan kiri ayahku atas Rasa Terima Kasih kami selaku anak-anak atas segala tenaga dan perhatiannya yang telah tercurahkan kepada kami dengan pendampingan terbaiknya selama hayat hidupnya, kemudian kusampaikan Rasa Maaf kami atas segala kesalahan kekhilafan kami selaku anak-anaknya lalu terakhir kusampaikan bahwa aku dan saudara-saudara kandungku akan melanjutkan semangat-semangatnya. Selesai kusampaikan suara hati & jiwaku padanya, ayahku melelehkan air matanya dari kedua sisi matanya dan beranjak dari raga penatnya untuk selama-lamanya 10 menit setelah dialog personal itu. Begitu amat dalam tak terukur kesempatan yang kudapati dengan dan terhadap ayahku. Begitu Indah, Begitu Lembut, Begitu Meluaskan, Begitu Penuh Kedamaian. TERIMA KASIH wahai sahabatku telah dapat merasakan curahan niat dan hatiku disaat terakhirmu. Aku bersyukur mendalam pula atas kesempatan terakhir ini dapat terjadi karena IzinNYA.

Saat di pembaringan tenangnya di kediaman, aku sama sekali tak terasuki rasa kantuk walau ragaku benar-benar butuhkan istirahat layak. Aku terus mendampingi ayahku kala hening tengah malam menyelimuti suasana pembaringan sahabatku terkasih. Aku kadang pandangi raganya yang membujur dan tak lagi dapat saling bercerita dan berseloroh manis. Batinku tetap berkata-kata lazimnya aku bertutur padanya. Ada suatu keindahan disana, suatu keteduhan namun berbeda dalam nuansa dimensi. Hingga akhirnya fajar pagi masuki tepian horizontal lalu sahabatku siap untuk disucikan dengan ketentuan Tuhan. Kami selaku anak-anaknya tak ketinggalan atas kesempatan ini sebagai penghormatan kami terakhir sebelum menghantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya.

Tak lama berselang, ayahku terbalutkan kain putih bersih sebagai busana terakhirnya untuk berteduh dalam pelukan bumi pertiwi sepanjang masa. Saat raganya terkelilingi oleh banyak pelawat, kuhantarkan ayahku dengan ucapan selamat jalan lalu Rasa Terima Kasih kami para anak atas pendampingannya selama ini hingga titik kehidupan & kemandirian kami masing-masing, berlanjut dengan Permohonan Maaf kami selaku anak-anak dan Semoga ayah kami tenang dan teduh dalam perjalanan berikut untuk menghadap Sang Kuasa. Lalu ku tundukkan kepala dan hatiku bertumpu pada pucuk kaki ayahku yang telah rapih dalam balutan putih bersih. Selamat Jalan, Papa...

I Do Love You In Many Dynamic Ways... Keberadaanmu sungguh sangat tak tergantikan dengan apapun.

Segala cerita hidup sebagai ekspresi rasa kasih dan sayangku padanya memang tak terbandingkan dengan apapun namun tentu aku menyadari bahwa aku tidak boleh mengasihi seseorang melebihi rasa kasihku pada Tuhan Yang Maha BerHak atas segala-galanya di dunia. Ayahku berpulang sebagai kewajiban dirinya terhadap Tuhan maka akupun harus menghantarkan beliau dengan sebaik-baiknya, mendukungnya dengan doa-doa yang sanggup ku hantarkan dengan tanpa beban tanpa putus dalam benak sepanjang ufuk masih tampilkan wajahnya. Selamat Jalan Sahabat Ku Terkasih, Ayahku Terkasih... Terima Kasih atas segala tenaga, perhatian dan kasihmu yang telah tercurahkan selama hayatmu. Tak ada yang dapat membayarkan tanggung-jawabmu selain gemingan doa-doa dari kami... I Do Love You, Papa. With My Whole Heart Without A Single Crack. Please Rest In Peace With Our Sincere Prayers. With Lots Of My Sincere Love...Your "Kiddy Girl" yet the phenomenal one...
-LS-