Saturday, November 12, 2011

Simply Joyful

Driving up comfortably in a fresh happy morning
On a nice ride of German car, listening to My Foolish Heart
Wide imagination takes its part
Such a lovely beautiful day
-LS-

Sunday, October 16, 2011

My Whole Heart On Your Day

Suatu pagi yang sejuk nan cerah
Sinar matahari bagai saling bersaing menembusi rongga tanah segar
Kuhadapkan diriku untuk bersimpuh dan bermunajat atas kebesaranNya
Perlahan kubuka Kitab Suci yang kusiapkan untuk persembahan doa-doa
Begitu teduh karena semua itu kutujukan untuk ayahandaku terkasih
Mataku masih saja tergenang dalam piasan kaca-kaca bening berair
Yang semuanya bersumber dari getaran hati akan banyak kenangan
Kedahsyatan rasa dengan penuh kelembutan yang tak terucap kata
Lantunan doa-doa pun berujung dengan kata Amin
Lalu ku ucapkan: "Selamat Ulang Tahun, Papa."
"How I care deeply about our friendship"
With My Whole Heart...
-LS-

Friday, August 5, 2011

Tapak Rindu

My Darling Papa,

I Miss You Dearly, Papa...
Aku rindukan Kau setulusku, Papa...
Ikatan batin ini bagai tak putusnya walau kita telah berpisah raga
Persahabatan kita tetap erat Papa walau kau kini hadir dengan caramu
Terbukti dengan dimensi yang kurasakan begitu kuatnya terbentang
Selera musik-musikmu terus berdendang mengiramakan keseharianku
Pesan-pesanmu terus berdengung teduh tanpa nada sumbang terseok
Semua itu masih menguatkan banyak tapak kakiku melangkah meneruskan petuahmu
Kau bukanlah manusia terhebat dan terkuat bertangan besi
Tapi ku yakini kau adalah sosok yang baik memuliakan kehidupan yang luhur
Selama pendampinganku sebagai sahabat sekaligus anakmu, komitmenmu tak terpatahkan
Kebahagiaanmu adalah membahagiakan orang lain dengan cara yang kadang tak terduga
Bahkan tak jarang mereka yang menerima hingga merasakan tersedak suatu kebahagiaan
Bila air mataku masih terus mengalir, bukan karena aku menangisimu, Papa
Itu karena warna kenangan yang masih terus mengaliri ruang memori & hatiku
Kau begitu teduh nyaman saat ku belaikan telapak tanganku pada dadamu
Kau begitu nyaman saat ku belaikan telapak tanganku pada hasta tanganmu
Kau begitu tenang saat ku belaikan telapak tanganku dibelakang telingamu
Kau begitu ceria dengan cerita-cerita gilaku yang kau pun terhibur karenanya
Masih begitu banyak pesona kedalaman warna kenangan yang tak terhantarkan kata
Ku tak lagi bisa mempersembahkan apapun padamu, Papa
Satu-satunya yang bisa kupersembahkan kini hanyalah doa-doa ku yang tulus
Semoga kau selalu teduh bersamaNya dan terdampingi oleh para Malaikat
Kelak kita akan bertemu lagi dalam tautan dimensi yang telah dijanjikanNya
Terima Kasih Papa, kau telah menjadi sahabatku
Yang selalu berikan ruang hatimu untuk tumbuhku
I Miss You So Dearly, Papa...
With All My Love...
-LS-

Friday, July 29, 2011

Pancar Taut

Jarak kadang dapat mengusik ketenanganmu
Namun diantara jarak itu ada dimensi lain yang tetap terbentang tanpa putusnya
Tak dapat dilihat mata
Tak dapat dirasa raba
Tak dapat dicium hidung
Tak dapat dikecap rasa
Tak dapat didengar telinga
Namun ruang dimensi itu terasa amat hidup dengan daya pancar istimewanya
Memancarkan daya ikat bathin yang kuat tak terusik oleh bingarnya dunia
Tak pula terkoyak oleh keengganan untuk terus bertaut
Suatu dimensi yang berada didalam suatu & antar jiwa
Bersumber dari suatu hati yang apa adanya
Bentangan daya pancar itu akan terus bersaut
Apalagi ku beranjak kota hanya sekejap saja
-LS-

Sunday, July 10, 2011

Berbahagialah

Tak lagi ada rasa kelabu berdenyut debar
Gerbang kenyamanan telah didepan pandangmu
Jendela wawasan hanya berjarak hasta tanganmu
Pijakan keteduhan hanya selangkah kakimu maju
Harapan nan indah tak lebih dari kuasa niatmu
Kehangatan alami hanya berjarak antar dekapan
Kekuatan baru saling bertaut antar genggaman tangan
Yang semua itu berdaya pancar dari hati penuh kasih
Tak terbandingkan dengan kekuatan apapun
Termasuk kekuatan dimensi logika manapun
Bila kau fahami itu semua 
Kau sesungguhnya telah menemukan dirimu dalam pelukan bahagia
Karena kau telah miliki tempat bersandar yang meninggikanmu
Yang membuaimu nyaman
Yang meneduhkanmu sejuk
Penuh rasa kasih yang utuh tanpa retak
Tak hanya hatimu yang bersandar juga ragamu
Bila hatimu tenang maka ragamu teduh senantiasa
Bersandarlah teduh
Tenang penuh damai
Jangan lagi kau merasa letih sendirian 
Jangan pula kau merasa berlipat beban
Jangan lagi kau sedikitpun kuatir
Kau miliki pundak lain beserta mata hatinya
Bahwa cita rasa itu akan terus berlangsung
Untuk dirimu dan agar dirimu terus penuh rona
Berbahagialah...
-LS-

Saturday, July 9, 2011

Tumpuan Teduh

Tau kah kau...
Rasa damai ini meresapi ke tiap rongga sel ragaku
Bersemayam teduh dengan wajah alam yang damai
Kupijakkan kaki di pagi bersinar cerah dan sehat
Menggantungi lembaran pelindung ragaku
Yang ku cuci dengan energi tenagaku sendiri
Begitu menyehatkan tanpa kondisi yang rumit & mahal
Menumbuhkan makna pentingnya raga yang bermanfaat
Otot saling menguatkan bersama tulang
Nafas beraturan lalu lalang mengisi paru
Jantung berirama untuk memompa bulir darah
Jemari tangan bertaut penakluk genggaman
Jemari kaki mengimbangi julang raga
Aku bertumpu pada suatu keteduhan
Di alam yang tak mengenal deru duniawi
Suatu desa yang teduh tenang damai sejuk
-LS-

Friday, July 8, 2011

Kediaman Hati

Kau tak ingin ditinggalkannya
Erat tanganmu di jemarinya mengatakannya
Kau tak ingin ditinggalkannya
Jantung hatimu terus dengungkan namanya
Kau semeringah bertemu dengannya
Pandang matamu begitu dalam bahagia
Kau ceria mendengar suaranya
Nadamu begitu dalam berlabuh ceria
Tak perlu sedikitpun kau merasa kuatir
Karena kau mendapatkan perhatiannya utuh selalu
Tak perlu sedikitpun kau merasa sedih
Karena batinnya selalu siaga akan panggilanmu
Tak perlu pula kau merasa jauh darinya
Karena hatinya selalu dekat denganmu tanpa batas
Kau selayaknya teduh dan nyaman
Karena kau dapat semayamkan hatimu apa adanya
Tanpa ragu apalagi kuatir
Itulah kediaman hatimu
-LS-

Thursday, July 7, 2011

Lakon Sumbang

Mereka itu sibuk menabuh kata dengan bunyi sumbang
Mereka itu sibuk menata topeng berkulit wajah bunglon
Mereka itu sibuk melontar cerita penuh kebohongan
Sadar mereka dalam kepanikan membuncah
Namun tak sadar itulah kebodohan mereka
Ingin menjadi pengayom 
Namun sayang hanyalah daya pecundang yang tampil
Kata-katanya fasih cerminan penyamun salah tempat
Apa kerja mereka sebenarnya
Selain jadikan diri mereka sendiri lakon bodoh nan panas
Yang tak elok untuk ditonton namun elok untuk diserapah
-LS-

Wednesday, July 6, 2011

Pelukan Wajah Pagi

Pagi benderang berlangitkan biru cerah penuh gairah
Berselimut udara pagi 19 derajat Celcius yang segar
Aku bersanding dengan suasana pagi yang menawan
Ku dudukkan ragaku di suatu warung susu jahe yang nikmat
Ku lengangkan jiwaku nikmati segarnya makan pagi sederhana
Suasana yang riang namun teduh
Ku bentangkan imajinasi terjauhku merasakan rona ini
Aku terbuai dalam kesejukan yang tak terbeli di kotaku
Andai kau dapat bersamaku untuk merasakan nikmatnya
Betapa tali kebahagiaan akan terbentang luas lepas bersama
Jiwa raga bagai tanpa pilu apalagi beban
Wajah pesona pagi yang luluhkan hatiku
Teduhkan jiwaku
Tenangkan hariku
Cantik menawan
Aku dipeluknya
-LS-